Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.
Jumat, 09 September 2016
Pribadi Manakah Anda??? To Do, To Have Atau To Be
“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah
keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang
lain.” (Victor Hugo)
Tidak ada yang bisa menghentikan
waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak
dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.
Ada masa di mana orang terfokus
untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan
(to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua
orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.
Fase pertama, fase to do.
Pada fase ini, orang masih
produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang
kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak
menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh
kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini.
Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah
mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi,
tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat
dengan tali di sebuah tiang.
Nah, kebanyakan dari kita, merasa
sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan
keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia
mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai
orang sibuk.
Tapi, dua tahun berlalu, tapi
bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan.
Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar,
“Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah
bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan
bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?
Fase kedua, fase to have.
Pada fase ini,
orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan
mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta
sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati
kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan
dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti
bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.
Dunia senantiasa mengundang kita
untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari
berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.
Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru.
Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru
ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkawinan,
keluarga, kesehatan, maupun spiritual.
Secara psikologis, fase itu tidaklah
buruk. Harga diri dan
rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak
lagi menjadi pribadi yang merdeka.
Seorang sahabat yang menjadi
direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi
relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini
mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin
meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.
Fase itu
menjadi pembuktian jati diri kita. Kita
perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum,
semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.
Fase ketiga, fase to be.
Pada fase ini, orang tidak hanya
bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran
diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia
terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri
senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu
dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.
Memaknai hidup
Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.
Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.
Fase ini merupakan fase kita menjadi
pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena
harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.
Hidup kita seperti roti. Roti akan
berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John
Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting
yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”
Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh
konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia
memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi
kaum papa India.
Nah, di fase manakah hidup kita
sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi
menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!
Sumber
: www.beritaunik.com
Udah Tau Belum Asal-Usul Bakso? Ternyata Ini Toh Asal Usulnya..
Pendawa center - Pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhou, ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil. Dia berkepribadian baik dan berbakti kepada orang tuanya. Bakti Meng Bo pada ibunya sangat diketahui oleh para tetangga. Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak keras. Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging.
Meng Bo ingin membantu ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi. Sepanjang malam duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi. Melihat hal itu, timbul idenya. Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya dalam membuat kue mochi. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Kemudian ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat.
Meng Bo menyajikan bakso itu kepada ibunya. Sang ibu merasa gembira karena tidak hanya baksonya yang lezat, tapi juga mudah untuk dimakan. Meng Bo sangat senang melihat ibunya dapat makan daging lagi.
Kisah berbaktinya Meng Bo pada ibunya beserta resep baksonya, cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan untuk belajar membuat bakso lezat pada Meng Bo.
Sumber : www.beritaunik.net
Kamis, 08 September 2016
10 Tips Bermanfaat Agar Bisa Tetap Fokus walaupun Banyak Gangguan!
Pendawa center – Ada saat-saat fokus dalam hidup Anda terpecah-belah.
Hal ini ditandai dengan sikap suka menunda-nunda, gagal berkonsentrasi, dan
akhirnya malas mengerjakan pekerjaan tepat waktu. Mungkin bisa hitungan jam,
berhari-hari, atau sampai berbulan-bulan. Intinya di sini adalah Anda tampaknya
mulai tidak dapat fokus dengan apa yang Anda kerjakan. Dengan demikian, ada
beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk tetap fokus. pendawa center menuliskan beberapa cara untuk tetap fokus
saat mengerjakan pekerjaan Anda.
1. Singkirkan gangguan
Jika Anda ingin tetap fokus pada apa yang sedang Anda kerjakan, maka selalu lebih baik jika Anda melepaskan semua gangguan lain yang Anda miliki. Ini termasuk mematikan ponsel seluler, televisi, gadget, atau hal lain yang mengganggu fokus Anda. Jika tidak, Anda akan terus-menerus terganggu.
Jika Anda ingin tetap fokus pada apa yang sedang Anda kerjakan, maka selalu lebih baik jika Anda melepaskan semua gangguan lain yang Anda miliki. Ini termasuk mematikan ponsel seluler, televisi, gadget, atau hal lain yang mengganggu fokus Anda. Jika tidak, Anda akan terus-menerus terganggu.
2. Jangan
sampai perut terasa lapar
Perut lapar adalah salah satu alasan mengapa Anda sulit fokus. Jangan abaikan perut Anda yang sedang keroncongan. Kembalilah duduk bekerja setelah Anda selesai makan atau sambil ditemani makanan ringan.
Perut lapar adalah salah satu alasan mengapa Anda sulit fokus. Jangan abaikan perut Anda yang sedang keroncongan. Kembalilah duduk bekerja setelah Anda selesai makan atau sambil ditemani makanan ringan.
3. Memotivasi
diri sendiri
Untuk memotivasi diri sendiri, Anda dapat melakukan hal-hal sederhana seperti sering membaca kutipan inspirasional atau puisi-puisi indah. Bacalah cerita pendek dari keberhasilan seseorang dalam mencapai karirnya dan belajarlah bagaimana seseorang dapat bertahan ketika sedang berjuang. Cara lain yang baik adalah untuk menempelkan kutipan motivasi singkat tepat di depan meja kerja Anda atau dimana pun Anda duduk untuk bekerja.
Untuk memotivasi diri sendiri, Anda dapat melakukan hal-hal sederhana seperti sering membaca kutipan inspirasional atau puisi-puisi indah. Bacalah cerita pendek dari keberhasilan seseorang dalam mencapai karirnya dan belajarlah bagaimana seseorang dapat bertahan ketika sedang berjuang. Cara lain yang baik adalah untuk menempelkan kutipan motivasi singkat tepat di depan meja kerja Anda atau dimana pun Anda duduk untuk bekerja.
4. Tetapkan tujuan Anda
Sangat penting untuk menetapkan tujuan Anda dalam mengejar cita-cita. Tuliskan jangka pendek serta tujuan jangka panjang Anda. Ini akan membantu Anda untuk tetap pada jalur konsistensi dan tetap akan mengingatnya saat Anda kehilangan fokus. Juga, tuliskan semua tujuan tersebut dan menyimpannya di tempat Anda akan membacanya sehari-hari. Jika diperlukan, letakkan pada daftar tugas yang harus segera Anda selesaikan.
Sangat penting untuk menetapkan tujuan Anda dalam mengejar cita-cita. Tuliskan jangka pendek serta tujuan jangka panjang Anda. Ini akan membantu Anda untuk tetap pada jalur konsistensi dan tetap akan mengingatnya saat Anda kehilangan fokus. Juga, tuliskan semua tujuan tersebut dan menyimpannya di tempat Anda akan membacanya sehari-hari. Jika diperlukan, letakkan pada daftar tugas yang harus segera Anda selesaikan.
5. Berikan
jeda
Saat pikiran sudah bekerja maksimal, maka Anda jangan pernah memaksakannya! Kadang-kadang, ketika pikiran Anda bebas mengembara, justru itu adalah waktu dimana Anda mendapatkan ide-ide yang luar biasa. Pikiran terlalu banyak bekerja hampir tidak ada gunanya bagi Anda. Jadi santai, duduk di tempat tidur Anda dan biarkan pikiran Anda istirahat selama 10 menit. Biarkan pikiran Anda berlari ke mana pun ia ingin.
Saat pikiran sudah bekerja maksimal, maka Anda jangan pernah memaksakannya! Kadang-kadang, ketika pikiran Anda bebas mengembara, justru itu adalah waktu dimana Anda mendapatkan ide-ide yang luar biasa. Pikiran terlalu banyak bekerja hampir tidak ada gunanya bagi Anda. Jadi santai, duduk di tempat tidur Anda dan biarkan pikiran Anda istirahat selama 10 menit. Biarkan pikiran Anda berlari ke mana pun ia ingin.
6. Tentukan batas waktu
Menetapkan batas waktu akan memungkinkan Anda untuk mengetahui berapa banyak waktu yang Anda butuhkan dalam mengerjakan tugas tertentu. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah menyelesaikan tugas dalam waktu yang sudah Anda tentukan sendiri. Jika Anda cenderung mengulur lebih dari batas waktu yang telah ditetapkan, maka Anda sudah tahu ada sesuatu yang salah.
Menetapkan batas waktu akan memungkinkan Anda untuk mengetahui berapa banyak waktu yang Anda butuhkan dalam mengerjakan tugas tertentu. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah menyelesaikan tugas dalam waktu yang sudah Anda tentukan sendiri. Jika Anda cenderung mengulur lebih dari batas waktu yang telah ditetapkan, maka Anda sudah tahu ada sesuatu yang salah.
7. Memprediksi apa yang akan Anda capai
Ini adalah cara yang benar-benar efektif untuk membantu Anda tetap fokus. Apa yang Anda kerjakan saat ini? Apakah Anda menyelesaikan skripsi atau memulai bisnis? Bayangkan saja masa depan Anda mulai dari sekarang. Ini adalah teknik Law of Attraction yang sudah banyak berhasil dipraktekkan banyak orang. Apa yang Anda lihat setelah menyelesaikan skripsi dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan? Apa yang Anda dapatkan setelah Anda memulai bisnis Anda? Gambarkan semuanya, rasakan semua prestasi yang akan Anda capai sekarang.
Ini adalah cara yang benar-benar efektif untuk membantu Anda tetap fokus. Apa yang Anda kerjakan saat ini? Apakah Anda menyelesaikan skripsi atau memulai bisnis? Bayangkan saja masa depan Anda mulai dari sekarang. Ini adalah teknik Law of Attraction yang sudah banyak berhasil dipraktekkan banyak orang. Apa yang Anda lihat setelah menyelesaikan skripsi dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan? Apa yang Anda dapatkan setelah Anda memulai bisnis Anda? Gambarkan semuanya, rasakan semua prestasi yang akan Anda capai sekarang.
8. Meditasi
Bermeditasi selalu membantu dalam memfokuskan pikiran Anda untuk berada di saat sekarang. Berlatihlah mengatur napas sederhana seperti menghirup napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Tak perlu lama-lama, cukup 20 menit saja meditasi pagi bangun tidur dan malam menjelang tidur. Lihatlah, cara ini akan membantu Anda untuk tetap lebih fokus.
Bermeditasi selalu membantu dalam memfokuskan pikiran Anda untuk berada di saat sekarang. Berlatihlah mengatur napas sederhana seperti menghirup napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Tak perlu lama-lama, cukup 20 menit saja meditasi pagi bangun tidur dan malam menjelang tidur. Lihatlah, cara ini akan membantu Anda untuk tetap lebih fokus.
9. Jangan mengalihkan fokus pada hal lain
Kurangi aktivitas berinternet atau menghabiskan waktu di jejaring sosial. Ini hanya akan membuat Anda malas mengerjakan pekerjaan Anda dan akan mengulur-ulur waktu. Anda bahkan lupa pada cita-cita dan tujuan yang harus segera Anda kejar. Ini sama sekali bukanlah cara yang cerdas ketika Anda mencoba untuk tetap fokus dalam mengejar tujuan.
Kurangi aktivitas berinternet atau menghabiskan waktu di jejaring sosial. Ini hanya akan membuat Anda malas mengerjakan pekerjaan Anda dan akan mengulur-ulur waktu. Anda bahkan lupa pada cita-cita dan tujuan yang harus segera Anda kejar. Ini sama sekali bukanlah cara yang cerdas ketika Anda mencoba untuk tetap fokus dalam mengejar tujuan.
10. Mulai kebiasaan baru
Jika Anda ingin membawa perubahan dalam hidup Anda, maka lebih baik tanamkan sebagai kebiasaan mulai sekarang. Misalnya Anda ingin menurunkan berat badan atau ingin tetap bugar. Jadi, segera bergabunglah ke gym dan jadikan kebiasaan rutin. Biarkan rutinitas ini berjalan setidaknya 20 hari. Anda perlu terus mengingatkan diri bahwa sudah waktunya mengunjungi gym sekarang. Setelah berjalan 20 hari atau lebih, Anda tidak akan perlu mengingatkan lagi karena sudah ditanamkan pada pikiran bawah sadar Anda sebagai kebiasaan.
Jika Anda ingin membawa perubahan dalam hidup Anda, maka lebih baik tanamkan sebagai kebiasaan mulai sekarang. Misalnya Anda ingin menurunkan berat badan atau ingin tetap bugar. Jadi, segera bergabunglah ke gym dan jadikan kebiasaan rutin. Biarkan rutinitas ini berjalan setidaknya 20 hari. Anda perlu terus mengingatkan diri bahwa sudah waktunya mengunjungi gym sekarang. Setelah berjalan 20 hari atau lebih, Anda tidak akan perlu mengingatkan lagi karena sudah ditanamkan pada pikiran bawah sadar Anda sebagai kebiasaan.
Artikel yang
saya tulis diatas adalah cara mudah untuk tetap fokus. Mudah-mudahan bermanfaat dalam mengejar semua impian dan
cita-cita Anda. Selamat mencoba.
www.bramardianto.com
Minggu, 04 September 2016
Kamu Penggemar Tom & Jerry.. harus Tau Kisah Ini Dong!!!
Pendawa center - Tom dan Jerry adalah dua
dari karakter kartun yang paling dihormati dalam film. Karakter dan alur cerita
yang tidak berujung ini dibuat oleh William Hanna dan Joseph Barbera.
Ide mereka membuat kartun Tom and Jerry ini pun terbilang
sederhana sekali. Pada awalnya, mereka melihat seekor kucing menerkam tikus di
dapurnya. Dari situ, ide permusuhan kucing dan tikus dituangkan dalam sebuah
cerita.
Pada tahun 1937, ia ditugaskan untuk mengumpulkan departemen
animasinya. Dari sana, William Hanna dan Josep Barbera menyajikan proyeknya
dengan menampilkan serangkaian kartun kucing dan tikus. Alhasil, film kartun
pertama berjudul Puss Gets The Boot berhasil meraih 7 Oscar.
MGM (Metro Goldwyn Meyer) adalah rumah produksi pertama yang
membuat film ini. Sayang, tahun 1957, divisi MGM tutup. Tak pelak lagi, nasib
Tom and Jerry pun telantar. Padahal, penggemarnya sangat banyak. Tak hanya
anak-anak, melainkan juga orang dewasa.
Harapan pun muncul kembali ketika enam tahun kemudian, ada Chuck
Jones, animator berbakat yang tertarik untuk menghidupkan kembali si kucing dan
tikus yang kocak itu. Maka, MGM pun membuat lagi film Tom and Jerry. Sayangnya,
lagi-lagi ini tak bertahan lama.
Namun kemudian, selang empat tahun, MGM berhenti memproduksi
kartun. Mereka tidak melanjutkan kerja sama dengan Jones.
Karena terlanjur cinta pada tokoh Tom and Jerry, tahun
1975, akhirnya Hanna dan Barbera berusaha keras membuat sendiri filmnya. Dengan
susah payah, akhirnya mereka membuat serial televisi yang muncul setiap Sabtu
pagi.
Hebatnya, usaha Hanna dan Barbera membuahkan hasil. Ya sejak
tahun 1975 itu, produksi mereka berkembang. Film Tom and Jerry pun menyebar ke
seluruh dunia.
Sumber : www.yudhe.com



